Rabu, 16 Januari 2013

PEMUDA Yang dibutuhkan Zaman


PEMUDA yang dibutuhkan Zaman

Begitu panjang, begitu banyak yang bercerita tentang kegagahan seorang pemuda. Pemuda yang selalu mengguncang dunia, pemuda yang selalu resah dengan kondisi lingkungannya yang terpuruk. Timur, barat, utara dan selatan, Pemudalah yang menjadi pelopor, pemudalah yang menjadi tiang kebangkitan, dan pemudalah yang sampai saat ini menjadi harapan untuk cerita dan akhir perjuangan yang sama dengan masa lalu.

Masa Orde lama dan Orde Baru, pemikiran dunia kampus Indonesia begitu bergejolak, keresahan akan kehidupan Indonesia yang belum stabil dengan status Kemerdekaan yang telah digenggaman. Kritis dengan kerja riil di lapangan, diskusi dengan hasil solusi yang mampu menjadi pemersatu diatas banyak perbedaan, Pemuda masa itu benar – benar Pemuda yang di butuhkan Zaman. Generasi seperti itu bukanlah sudah punah atau sudah tidak ada, namun generasi yang dibutuhkan Zaman itu terkadang bersembunyi didunia yang begitu dalam dan tak mau di masuki. Idealisme yang takut akan tersakiti oleh diri sendiri dan hanya akan berujung pada kekecewaan pada satu orang, pada satu kelompok atau satu bangsa.

Lalu, kita lihat Mahasiswa sekarang, Mahasis­­­­­wa yang bangga dengan lebel aktivis dengan berbagai merk dan logo, atau mahasiswa yang apatis dengan kondisi sekitar dan terkungkug dengan kesuksesan Pribadi yang tak akan pernah selesai untuk dicapai. Forum- forum diskusi hanya melahirkan keangkuhan bahwa saya adalah orang yang mampu untuk menggemparkan satu forum ke forum lain. Hidupnya hanya untuk memperkenalkan siapa saya dan pada akhirnya berakhir dikursi “ Para Dewan “ yang katanya terhormat. Lalu setelah itu, mereka Fokus dengan tujuan dan Ambisi mereka sejak awal yang terkadang di dominasi oleh tujuan dan ambisi Pribadi.


Lihatlah “Para Dewan “ yang katanya terhormat itu, mereka yang terlahir dari sekian banyak gerakan Pemuda, mereka yang menyandar Gelar “ Predikat Telah mengharumkan Nama Bangsa” hanya menjadi “Perampok dan Penindas”  yang tak terjamah oleh Hukum Indonesia yang katanya “Berkeadilan” untuk semua Rakyat Indonesia tanpa pandang bulu.

Ironi, kata itulah yang memang bisa kita katakan. Pemuda yang selalu menjadi Icon kebangkitan kini terkungkungan dalam dunia kepentingan. Kepentingan pribadi, kepentingan untuk dihargai, kepentingan untuk selalu diatas angin dengan segala cara yang terkadang membuat muak. Dalam dunia Pergerakan Pemuda saat ini, bukan rahasia yang tabu lagi jika seorang Pemuda yang berlebelkan “Aktivis Pemuda” menjadi “CALO” untuk program Pemerintahan. Semua itu, menjadi hal yang menjadi biasa saja dan menjadi hal yang begitu di toleransi dalam mencari kehidupan yang mereka inginkan. Dari satu kantor ke kantor yang lain, dari mulai menjilat sampai bersilat lidah, dan merekalah yang pada akhirnya akan mewarisi Pemerintahan Indonesia pada suatu masa.

Forum dunia mayapun penuh sesak dengan orang yang katanya peduli dengan keadaan bangsa dan ummat ini. Namun pada tataran Riil, orang –orang itu hanya menjadi suara kaleng kosong yang terdengar sangat nyaring karna terlalu banyak. Berbagai “Page” Bermunculan, statusnya yang seolah memang “ANTI REZIM PENINDASAN RAKYAT” menjadi daya jual yang begitu laku, sedang para pembelinya adalah mereka-mereka yang terlalu sering jalan-jalan ke kebun binatang.

Pemuda yang di butuhkan Zaman, dimanakan kalian sekarang? Kalian adalah Pemuda yang akan selalu lahir karna kalian adalah keniscayaan yang di janjikan-Nya dalam setiap keterpurukan satu bangsa dan Ummat. 

Irma Budiarti Sukmawati
Pesantren Persatuan Islam I Bandung 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar